Di sela-sela tugas yang menumpuk. Entah mengapa saya justru ingin menulis sesuatu. Sesuatu Yang sangat jauh berbeda dengan apa yang sedang saya kerjakan. Tiba-tiba saja saya terpikir dengan ketidaknyamanan dengan seorang. Rasa yang tiap kali timbul tenggelam tanpa saya ketahui dengan pasti kapan ia akan timbul kapan pula ia akan tenggelam.
Terkadang saya tiba-tiba merasa muak dengan seseorang. Jengkel, jenuh, dan membosankan. Menyebalkan sekali. Namun suatu ketika saya takjub, terkesan, dan kagum akan sosoknya. Dan sekali lagi, rasa itu tak pernah terukur, tiada henti, dan tak pernah mampu terkontrol.
Jauh sebelum rasa itu muncul seharusnya saya membentengi diri dengan mencari sebanyak-banyaknya kelemahan yang dia miliki. Namun hasilnya? Saya justru semakin mengenal sisi lain dari dirinya. Dia yang terlihat jauh dari criteria minimal seorang lelaki yang boleh saya kagumi justru memiliki suatu sikap yang tak pernah dimiliki oleh seorang lelaki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar