Selasa, 27 Maret 2012

Pembelajaran Inovatif^^


Nama: Lia Marlina
NIM : A3100901119
Kelas: IV G

Strategi Pembelajaran Inovatif
1.    NUMBERED HEADS TOGETHER
Numbered Heads Together adalah salah satu contoh dari teknik collaborative Learning yang ada dalam metode pembelajaran active learning. Numbered heads together merupakan suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok. Dari sini guru secara acak memanggil nomor dari siswa.
            SK dan KD yang relevan dengan teknik ini adalah:
Kelas,
Semester
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar

Kelas XI Semester II

13. Memahami pembacaan cerpen

13.1 Mengidentifikasi alur, penokohan, dan latar dalam cerpen yang dibacakan.


Langkah-langkah implementasi numbered heads together dalam pembelajaran:
a.       Guru memberikan materi secara sekilas mengenai Cerpen (unsur-unsur intrinsik cerpen).
b.      Guru membagi kelas dalam kelompok-kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang.
c.       Setiap siswa di dalam kelompok-kelompok tersebut diberi nomor (gunanya untuk memanggili siswa yang harus menjelaskan hasil diskusi mengenai isi cerpen serta unsur-unsur yang melingkupinya).
d.      Guru membacakan cerpen di depan kelas, kemudian guru memberikan tugas kepada masing-masing kelompok untuk mendiskusikan isi cerpen serta menganalisis unsur-unsur intrinsiknya.
e.       Siswa beserta kelompok mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru itu dengan mengkondisikan agar teman-teman yang lain dalam satu kelompok itu paham dan mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu.
f.       Guru memanggil nomor secara acak, siswa yang nomornya dipanggil berdiri dan memaparkan hasil diskusi kelompoknya.
g.      Siswa dari kelompok lain memberikan tanggapan tentang hasil diskusi kelompok siswa yang ditunjuk tadi.
h.      Guru menyimpulkan materi dan memberikan kesempatan kepada siswa yang belum paham untuk bertanya.

2.    COURSE REVIEW HORAY
Pembelajaran Course Review Horay, merupakan salah satu pembelajaran kooperatif yaitu kegiatan belajar mengajar dengan cara pengelompokkan siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil.
Pembelajaran Course Review Horay merupakan suatu pembelajaran pengujian terhadap pemahaman konsep siswa menggunakan kotak yang diisi dengan soal dan diberi nomor untuk menuliskan jawabannya. Siswa yang paling terdahulu mendapatkan tanda benar langsung berteriak horay atau yel-yel lainnya. Melalui pembelajaran Course Review Horay diharapkan dapat melatih siswa dalam menyelesaikan masalah dengan pembentukkan kelompok kecil.
SK dan KD yang relevan dengan teknik ini adalah:
Kelas,
Semester
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar

Kelas XI Semester II

15. Memahami buku, biografi, novel dan hikayat

15.2 Membandingkan unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/ terjemahan dengan hikayat


Langkah-langkah implementasi Course Review Horay dalam pembelajaran:
a.    Guru menjelaskan materi mengenai unsur intrinsik dan ekstrinsik novel dan hikayat, serta persamaan dan perbedaan dua karya sastra tersebut.
b.    Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang kurang jelas mengenai paparan materi (guru mengadakan sesi tanya-jawab).
c.    Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Untuk mengetahui pemahaman, siswa disuruh membuat 9 kotak diisi angka sesuai dengan selera masing-masing.
d.   Guru membaca soal secara acak dan siswa masing-masing kelompok menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskuskan, kalau benar diisi tanda benar (v) dan salah diisi tanda silang (x).
e.    Siswa yang sudah mendapat tanda benar (v), harus berteriak horay atau yel-yel lainnya.
f.     Kemudian guru dan siswa bersama-sama menghitung dari jawaban benar jumlah horay yang diperoleh.
g.    Nilai siswa dihitung dari jawaban yang benar dan yang paling banyak meneriakkan horay maka kelompok tersebut yang menjadi pemenang. 
h.    Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan pembelajaran.

Rabu, 21 Maret 2012

Tak terasa saya sudah semakin dewasa^^



17 Januari 2012 yang lalu, usia saya sudah menginjak angka 20 tahun..Hmm, benar2 tak terasa…Padahal rasanya baru kemarin kemana-mana masih dianter ibu. Kini sudah dewasa!! Harus lebih mandiri.
Yaaa…setidaknya saya bangga dengan diri saya sendiri (eitzz, bukan untuk sombong lho yaa…hanya untuk dijadikan contoh aja^^)… Alhamdulillah bisa beli helm, bikin SIM, beli HP, beli LapTop dengan uang sendiri… Hasil jerih payah saya berhemat, menahan hawa nafsu dan menekan keinginan membeli ini-itu yang tak penting! Meski terkadang saya begitu iri dengan teman-teman saya yang apa-apa tinggal minta pada orangtuanya. Iri pada mereka yang permintaannya selalu dituruti bapak-ibunya.Hmmm,,,
Rencana selanjutnya, saya yang harus gantian membelikan barang-barang untuk ORTU dan simbah, juga adik. Mungkin dulu saya begitu disayang oleh kedua orangtua saya. Membeli segala macam barang yang saya suka. Namun kini, saatnya memikirkan untuk membalas kebaikan mereka.^^
Pernah suatu kali saya membayangkan setelah lulus kuliah bisa menjadi orang yang sukses dan bahagia. Bisa mencurahkan kasih sayang pada orang-orang yang sejak dulu menyayangi saya. Bisa membelikan sesuatu yang special untuk kedua orangtua saya. Termasuk, ehm… niat saya untuk mengajak bapak-ibu naik haji walau hanya  1 kali (ya Allah, semoga Kau kabulkan doaku ini,aamiin).
Sekarang saya hampir berpijak pada tanah berbau kebebasan yang bertanggungjawab: Semester VI. Di semester ini mungkin saya akan menjadi sosok yang lebih sibuk dari semester-semester yang telah lalu: Urusan kuliah, organisasi, dan kerja. Semua itu harus berjalan beriringan dan tak boleh merugikan satu dengan yang lain. Semua harus berjalan beriringan!!^^  Saya berjanji pada diri saya sendiri untuk tak mengecewakan kedua orangtua saya. Saya harus menunjukkan bahwa saya adalah anak yang baik!!hehehe
Obsesi saya sampai dengan detik ini adalah lulus 3,5 tahun dengan IPK cumlaude..aamiin!! Tak apalah jika banyak orang yang mencibir. Justru itu akan menjadi motivasi dan lecutan semangat bagi diri saya pribadi.^^
Mimpi saya selanjutnya adalah menjadi seorang DOsen!! Ya, kelihatannya mimpi saya terlalu tinggi dan muluk. Namun apa salahnya kita bermimpi!! Kata Arai dalam buku Sang Pemimpi karya Andrea Hirata: Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu!! Tuhkan?? Makanya saya tak pernah takut untuk bermimpi. Kata salah satu dosen saya -yang juga menjadi dosen favorit saya-, pak Rohmadi, mengatakan bahwa jangan pernah takut untuk bermimpi. Gantungkan mimpimu itu setinggi bintang di langit. Jika nantinya mimpimu itu tak mampu kau raih, setidaknya kau masih bisa melihat indahnya mimpimu itu di atas genting!!^^ Katanya Bondan: Hidup Berawal dari Mimpi..
Saya punya mimpi, saya punya resolusi. Hanya saja saat ini musuh terbesar saya ada dalam diri saya sendiri: malas dan sikap menunda-nunda menyelesaikan pekerjaan. Saya harus memangkas habis dua kebiasaan buruk saya ini.
Hmm… ingin saya segera meloncati masa-masa sulit ini: microteaching, PPL, skripsi… dan menyisakan satu hal yang saya tunggu-tunggu selama kuliah: WISUDA. Foto bersama dengan keluarga, menyandang gelar S.Pd…. oh senangnyaaa!!^^

Jumat, 16 Maret 2012

Puisi^^


Pekat
Kusibak mentarimu,
Dan kurangkul cakrawala dunia
Kusematkan harumnya melati pada istana awan yang bergumpal dalam senja
Aku masuk dalam peraduanmu
Mengadu, merayu
Mega di sana
Menyaksikan kita
Di balik pelangi berkelopak renda
Tanah basah
Menimbulkan aroma khas
Dan…
Melatiku kau lepas
Kau jatuhkan
Kau gugurkan
Kau ganti dengan kunang-kunang hitam 
                                                                        Dalam bising kipas angin, 20.57 pm



Di Sebuah Sudut
Ada lubang di lehermu
Menganga, menyedot hampa
Lalu seonggok sampah di belakangmu
Tiba-tiba bergerak:
Menggertak
            Masih dengan dirimu yang diam
            Aku mencoba melukismu: wajah dan
            Leher yang berlubang
            Serta sampah yang terus menggertak
Engkaupun akhirnya ikut berteriak
Meremas sampah di belakangmu
Yang kemudian berubah jadi bunga
Mawar tanpa duri
Mengulum senyum
            Pancaran sinar wajahmu yang berbinar
Akhirnya menutup lubang di lehermu
Bukan karena mawar itu
Tapi karena teriakanmu, karena sampah di belakangmu



Nestapa Dini Hari

Dalam pekat malam aku masih menanti…
Sang waktu berjalan memutar, mengelilingi rumput liar yang sedari tadi bergabung denganku
Langit cerah dengan taburan bintang yang mempesona, menerbangkan dimensi jiwa penuh gelora
Ada tampak yang hilang, bergaris-garis panjang membentang
Bukan sayap sang malaikat, namun nestapa sang merah saga
Ia di ujung duka, kembali menunggu sang waktu berhenti berputar
Mengiginkannya memeluk cinta
Cahya ungu berkelebat dalam raut duniaku
Mengadu peluh pada malam terbentang
Gelagak bulan yang bercanda dengan kejora
Bernyanyi dalam sendu sembilu
Kupeluk saja hampa pertanda
Hingga senja kembali hilang
Dan malam menggantung bintang rembulan
                                                                                    _Gelisah Jiwa, 11072011_




Dalam Pandanganku

Ada kesadaran yang tak pernah terungkap dalam pendaranmu
Ada makna namun tak pernah sekalipun dikecap manis rasa
Kala dunia masih berjongkok memikirkan apa yang kan diperbuat manusia
Engkau hadirkan segores makna dalam  jendela
Bening, menghambur buih di seka pagi
                        Sketsamu menghijau di pucuk daun
                        Bumi tertawa, langit menjulur senja
                        Engkau teguk sepercik luka yang merana dupa
                        Terbawa bahana angkasa raya





Adalah Engkau

Adalah engkau…
Mengiba dalam diam,
Mencerca dalam lamunan
Adalah engkau
Mencipta bercak jingga diujung senja
Melukis  telaga warna dengan antara
Dan…
Adalah engkau,
Setitik jiwa dalam rangkulan asa
Panah apimu
Penuhi raga…


Selasa, 01 November 2011

Goresan Penaku *20


Di tengah ketidakberdayaanku akan semua ini ternyata Allah memberikan jawabannya. Lewat secangkir benci yang entah kenapa mampu hadir dalam dimensi ruang hatiku. Bukan, bukan benci karena suatu apa. Aku hanya merasa benar-benar muak dengannya. Ternyata Allah benar-benar menjaga komitmen yang telah lama aku ikrarkan dalam sujud malamku yang panjang…
Allah begitu baik. Bahkan ketika kita tak sadar bahwa Allah memberikan sesuatu yang baik pada kita. Dengan segala rahasiaNya, DIA justru memberikan dan memilihkan yang terbaik untuk kita…
Ya Rabb maafkan hambaMU ini… Semoga ini menjadi bahan pelajaran terbaik untukku bahwa dengan memikirkan ORLA tetap saja tak akan pernah menghasilkan focus terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan… Tetap optimis LIA… All IS Well… Bahkan setelah engkau benar-benar mambencinya…
Sesungguhnya Allah memberikan segala sesuatu yang kita minta. Entah itu kita sadari atau tidak… Namun pemberianNya pun dengan caraNYA… Jadi mungkin saja apa yang kita inginkan itu sesungguhnya sudah diberikanNya, tapi kita tak menyadari…
Allah memberikan pilihan-pilihan sulit dalam hiidup ini bukan untuk mmebuat kita menjadi bingung. Hanya saja Allah menginginkan kita dewasa karena munculnya masalah itu…