Kembali engkau menjinakkan hatiku. Setelah beberapa waktu ini aku mencoba menghindar darimu, ternyata kau kembali mengisi hatiku. Emmm, tepatnya mengusik hatiku. Sudah kugeser posisimu dengan hal-hal lain yang lebih indah dan bermanfaat daripada sekedar menawarkan satu ruang untuk kau tempati. Jujur, aku malas jika harus berurusan dengan batang hidungmu. Membuat diriku merasa risih denganmu.
Kau, sekali lagi engkau mendirikan bangunan di hatiku. Belum sesempurna yang dulu karena kau harus memulainya dari awal. Aku tak sudi berdekat-dekat lagi denganmu. Merusak otakku tau??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar