Teringat mimpi yang bertandang semalam. Sebuah cerita tak bernalar seperti kelanjutan dari apa yang aku tuliskan kemarin. Sebuah kengerian tak terperi karena kau benar-benar mati rasa denganku. Meski niatku mendekatimu adalah untuk memperbaiki hubungan kita, bukan untuk menambah parah jalinan persahabatn yang telah robek ini namun kau tetap menanggapinya beda. Aku kau acuhkan tanpa ada sedikitpun perasaan kasihan padaku. Kau tiba-tiba menghindar saat tau aku di dekatmu. Kau mencoba bersembunyi meskipun sebenarnya tempat persembunyianmu saja tlah kuketahui. Tapi aku punya hati, punya perasaan. Aku pun bisa merasakan betapa kau sangat tak menginginkan hadirku. Aku tau, aku tak pernah baik di matamu. Aku bukan tipemu, tapi kawan cobalah fikir betapa aku tulus untuk membuka hatiku. Andai kau tau berapa lamanya aku menutup rapat hatiku untuk tidak lagi membukanya, karena aku merasa tidak ada lagi yang pantas memasukinya. Namun semua itu kemudian memudar setelah aku menemukan dirimu. Seperti sinar yang tiba-tiba menerangi seluruh sudut di hatiku. Kau membawa obor terang yang mampu menghangatkanku. MEski sekali lagi kau tak pernah menyadarinya. Sinar itu tak pernah secara tulus untukku. KAu acuhkanku meski berulang kali kukatakan bahwa aku mengagumi perangaimu. Dan sebagai balasannya kau justru memutus tali persahabatan yang selama ini terjalin di antar kita.
Aku memang pernah berbuat salah, tapi kuharap itu tidak berimbas pada kisah persahabatan kita. KEnapa harus menghancurkan bangunan yang telah terbangun?? Kawan, kuingin kau berpikir ulang. Bukan untuk sedikit memikirkan perasaanku, bukan, sama sekali bukan. Karena biar hatiku saja yang merasa kan sakit tak terperi. Yang kuinginkan adalah persahabatan kita yang kembali seperti dulu. Tak ingin aku jika kau menghindar lagi. Aku berjanji untuk tak mengganggumu dengan perasaan gila ini. AKu berjanji kawan.
_Mari kita introspeksi diri, perbaiki persahabatn kita. Biar cinta mengembang diantara kita, biarlah itu cinta yang hadir karena kita adalah sahabat. Bukan yang lain, karena jika rasa lain itu masuk dalam persahabatan, cepat atau lambat ia akan menggerogoti persahabatn kita hingga akhirnya menelannya mentah2 dan kita hanya mendapat remahnya saja_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar