Selasa, 01 November 2011

Goresan Penaku *4


12.10.2011
10.42 pm

Berlanjut ke sebuah rasa cenat-cenut. Belum selesai episodeku tentang si A, malah muncul kini si B yang dengan segala bujuk rayunya mencoba mengetuk pintu hati. Sebenarnya aku mulai malas meladeninya. Entah kenapa aku begitu focus pada si A yang notabene bukan tipeku. Ada satu hal yang dimiliki si A namun tak dimiliki orang lain. Dilihat dari tampang, tingkah laku dan lain sebagainya, tak ada indikasi anak baik yang menempel pada dirinya. Tingkah polahnya yang kadang membuatku sungguh sangat jengkel dengan makhluk itu justru yang akhirnya membuatku mampu takjub dengannya. Dari sini aku belajar betapa mata kita ini tak terkadang sering berkesimpulan sebelum terlihat jelas seluruhnya. Ada sisi lain dirinya yang akhirnya membuat segala anggapan jelekku terhadapnya memudar.
Entah kenapa saran yang terlontar dari mulutnya selalu membuatku terkesan. Selalu dapat diterima oleh nalar pikiranku. Padahal aku bukanlah tipikal orang yang mudah menerima saran dari orang lain. Jika toh itu terjadi, berarti memang benar-benar super orang yang mampu mengubah paradigma pikiranku itu.
Dia layaknya bunglon yang selalu berubah-ubah. Yang membuat aku heran sampai sekarang, kenapa perubahan itu selalu datang saat aku sedang benar-benar muak akan dirinya. Dan karena perubahan itu, akhirnya aku luluh juga. Kembali mengaguminya dan itu berlangsung terus menerus tanpa henti.
Haruskah ku bilang cinta, hati senang namun bimbang…
Dan kau sudah ada yang punya…
Kutetap menunggu…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar